Lima Cara Pandang Tentang Foreplay yang Salah

0
212

Lima Cara Pandang Tentang Foreplay yang SalahJakarta – Supaya Sensasi aktivitas bercinta bisa di rasakan secara maksimal. Disarankan agar pasangan melakukan foreplay terlebih dulu, Namun, bagi beberapa orang foreplay ini bisa menjadi sesuatu yang asing.

Karena masih banyak yang belum mengetahui apa itu foreplay akibatnya bisa muncul dengan cara pandang yang keliru. Seperti yang di laporkan oleh Detikcom. berikut ini lima mitos tentang foreplay yang masih di percaya oleh sebagian orang.

Seks Oral dan Foreplay hal yang sama

Seks Oral bisa jadi merupakan cara untuk melakukan foreplay, Namun hal itu bukan lah berarti hanya itu saja. Anda banyak hal yang bisa di lakukan untuk melakukan foreplay, Mulai dari sentuhan-sentuhan yang erotis, kecupan, hingga pelukan.

Ahli Psikolog dan Seks, Dr Pam Spurr mengungkapkan bahwa Doreplay tak selalu harus melibatkan rangsangan pada organ intim.

“Orang oriental percaya bahwa Wanita maupun Pria memiliki garis gairah mulai dari belakang daun telinga hingga di sisi leher. Oleh karena itu, Jika anda megusap daun telingan hingga mencium leher, Si dia bisa merasakan geli hingga klitoris.” Ucapnya.

Hanya dilakukan di atas kasur

“Seorang wanita akan merasa lebih dekat dengan prianya dan Siap untuk melakukan sesi bercinta apabila ia melihat sisi sensitif dan juga sisi penuh dengan gairah pasangannya.” kata Dr Spurr.

Dengan Arti bahwa melakukan foreplay tidak musti berada di atas kasur, Foreplay bisa di mulai jauh sebelum hal itu, Misalnya dengan melakukan Kontak mata intim saat Anda dan Dia makan malam, memijat di siang hari, Atau hal hal lain yang bisa membuat pasangan Anda ingin bercinta.

Ada Aturan Durasi

Di tahun 2012 lalu, riset survei yang di lakukan oleh University of New Brunswick menemukan bahwa masyarakat memiliki padangan durasi ideal untuk melakukan foreplay  yang lebih lama rata-rata aktivitas sebenarnya.

Hal ini berarti bahwa yang paling penting ada sebuah komunikasi apa yang di inginkan oleh pasangan. tidak ada durasi yang ideal untuk melakukan foreplay karena semua tergantung dari keingin pasangan, Mood atau momennya.

Pria tak Butuh foreplay

Banyak yang salah mengertikan Foreplay, seakan-akan hanya di lakukan untuk wanita saja. Edukator seks Dr Charlie Glickman kesalahpahaman tersebut datang mulai dari pandangan umum yang di anggap pria bisa segera ereksi bila sedang terasang.

“Beberapa pria menemukan dirinya lebih menginginkan, memilih atau justru membutuhkan stimulasi agar bisa ereksi.”

Melakukan Hal yang sama

Ketika sudah menemukan cara foreplay yang bisa merangsang psangan, Jangan hanya berhenti di situ  dan terus melakukan hal yang sama. menurut ahli seks, Susan Quilliam, Sensasi stimulus di kulit akan berkurang setelah 30 menit.

Namun bila pasangan memang sudah mencapai klimaks maka di sarankan lekaukan stimulasi yang sama tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY